0

Sarana Transportasi Air di Sungai Barito

Posted by Fitri Resya on Minggu, Maret 25, 2012 in
ini untuk pertama kalinya aku upload tugas kuliah. :)
Sarana Transportasi Air di Sungai Barito
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Geografi Transportasi
Dosen pengampu : Gunardo, M.Si






Disusun oleh:
Fitri Resya Munawarah
10405241029




PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA




PENDAHULUAN

Sesuai namanya Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai-sungai besar (‘kali’ berarti sungai, ‘mantan’ berarti besar). Kalimantan mempunyai 4 sungai besar, yaitu sungai Kapuas, sungai Kahayan, sungai Mahakam, dan sungai Barito.
Sungai Barito membentang dari hulu di wilayah Kalimantan Tengah hingga bermuara di Kalimantan Selatan. Sungai Barito bermuara di laut Jawa dan berhubungan langsung dengan ibukota Kalimantan Selatan, yakni Banjarmasin. Hulu Sungai Barito berada di kaki pegunungan Muller perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Dari kaki pegunungan Muller hingga mencapai muara laut Jawa, panjang Sungai Barito mencapai 900 km, dengan lebar antara 650 m hingga mencapai 1000 m.
Sebagai daerah yang terdiri dari perairan tentu saja masyarakat di pesisir sungai tersebut membutuhkan sarana transportasi air untuk memudahkan berbagai aktivitasnya. Alat transportasi yang biasa digunakan oleh masyarakat di pesisir sungai Barito adalah Jukung (perahu dayung) dan Klotok (kapal bermesin).




PEMBAHASAN

A. Deskripsi
Jukung dan klotok adalah alat transportasi di Sungai Barito yang paling populer. Jukung dan klotok merupakan salah satu angkutan pribadi yang banyak dimiliki masyarakat di pesisir sungai Barito.
Jukung dalam keseharian orang Bakumpai (nama salah satu jenis suku Dayak), adalah perahu kecil yang untuk menggerakkannya digunakan besei (sampan). Jukung hanya mampu dimuat oleh 3 orang dewasa, kecuali jenis Jukung Sudur, namun jukung Sudur sudah jarang ditemukan. Jukung dapat digerakkan dengan cara mengayuh basei (sampan). Mengendarai jukung harus berhati-hati karena perahu ini kecil dan mudah terbalik.
Klotok pada dasarnya terbuat dari jukung, namun dibuat lebih besar dari jukung biasa. Ketika jukung besar dipasang mesin diesel sebagai tenaga penggerak, maka namanya berubah menjadi klotok.
Klotok biasanya digunakan sebagai angkutan pribadi atau keluarga. Klotok umumnya mampu memuat sepuluh sampai 20 penumpang. Klotok juga sering digunakan oleh masyarakat untuk membawa hasil alam, seperti buah-buahan, sayuran, dan padi, juga mengangkut manusia untuk keperluan tertentu, seperti berobat, ke pasar, menghadiri hajatan, dll. Selain itu, ada klotok yang khusus digunakan untuk berjualan, dinamakan jukung rombong ada yang menggunakan mesin diesel dan bisa juga di kayuh saja. Jukung rombong biasanya digunakan untuk berjualan kebutuhan sehari-hari, makanan, hasil bumi, dll.
Mesin klotok digerakkan oleh mesin diesel berbahan bakar solar. Mesin diesel berbahan bakar solar tersebut dihidupkan menggunakan engkol berbentuk huruf “L” yang diputar pada bagian depan mesin dalam kecepatan putaran tertentu engkol dilepas dan mesin akan hidup, sebagai pendinginnya diperlukan air yang dipompa melalui tekanan roda di bagian belakang dihubungkan dengan selang ke dalam bagian mesin paling bawah, sehingga air akan keluar dari bagian atas mesin yang juga dihubungkan dengan pipa selang untuk mengeluarkan air keluar tersebut.
B. Persebaran
Jukung dan klotok digunakan oleh hampir semua penduduk Kalimantan yang tinggal di pesisir sungai, terutama di pesisir sungai-sungai besar, seperti sungai kapuas, sungai kahayan, sungai mahakam, dan sungai Barito. Jukung dan klotok merupakan alat transportasi paling penting bagi masyarakat pesisir sungai.
C. Manfaat
Jukung dan klotok digunakan oleh masyarakat pesisir sungai Barito sebagai alat angkutan pribadi untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, terutama karena harus melalui sungai saat berpergian. Selain itu, jukung dan klotok biasanya digunakan masyarakat untuk berdagang
D. Prediksi
Sampai saat ini, jukung dan klotok masih eksis keberadaannya. Alat transportasi ini masih digunakan oleh masyarakat pesisir sungai Barito. Walaupun pemerintah daerah sudah mulai membuka jalur transportasi darat, namun masih banyak penduduk yang masih tetap memilih alat transportasi ini. Karena masyarakat pesisir sungai Barito lebih merasa nyaman dan lebih terbiasa berpergian menggunakan sarana transportasi air.



PENUTUP

Kesimpulan
Jukung dan klotok merupakan sarana transportasi paling penting bagi masyarakat pesisir sungai barito. Alat transportasi ini memudahkan berbagai aktivitas masyarakat baik hanya untuk sekedar berpergian maupun untuk berdagang. Alat transportasi ini masih eksis sampai sekarang, walaupun pemerintah daerah sudah mulai membuka jalur transportasi darat.



DAFTAR PUSTAKA
http://baritobasin.wordpress.com/2008/05/26/barito-induk-sungai/ diakses pada tanggal 18 Maret 2012
http://baritobasin.wordpress.com/2008/05/25/jenis-angkutan-di-sungai-barito/ diakses pada tanggal 18 Maret 2012
http://unik.kompasiana.com/2011/07/29/pasar-apung-pertemuan-budaya-tanpa-batas/ diakses tanggal 22 Maret 2012





LAMPIRAN





Gambar 1. Tempat berlabuh kapal klotok (terminal klotok)
Gambar 2. Jukung
Gambar 3. Klotok rombung yang digunakan untuk mengangkut barang dagangan
Gambar 4. Salah satu kampung di tepian sungai Barito
Gambar 5. Batang, tempat klotok dan jukung ditambat

|

0 Comments

Poskan Komentar

Copyright © 2009 "Mine" All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.